Mengapa Bangun Pagi Menyehatkan

Anda pernah mendengar slogan “Early to bed, early to rise, makes a man healthy, wealthy, and wise”? Slogan ini sungguh tepat, karena ketika Anda tidur lebih cepat dan bangun lebih awal, Anda mendapat cukup waktu istirahat dan bangun dalam kondisi yang segar-bugar. Dengan kondisi ini, Anda bisa lebih meningkatkan produktivitas hidup Anda sepanjang hari.

Maka, untuk Anda yang masih belum bisa mendapatkan quality time akibat selalu begadang dan bangun kesiangan, coba pertimbangkan untuk lebih mengatur waktu. Bangun pagi itu menyenangkan, lho, karena Anda bisa mendapatkan waktu ekstra untuk melakukan hal-hal yang ingin Anda lakukan.

1. Mengasah pikiran dan hati
Pagi hari merupakan waktu yang baik untuk pengembangan diri. Misalnya, untuk membaca buku Your Job Is Not Your Career-nya Rene Suhardono yang tak juga habis dibaca itu. Baca buku ini pada pagi hari. Suasana yang masih tenang akan menjadi anugerah yang bisa Anda gunakan untuk mengembangkan diri Anda, secara profesional, emosional, fisik, mental, dan spiritual. pagi hari adalah waktu untuk mengasah pikiran dan hati.

2. Berolahraga
Tidur lebih awal, membuat Anda mampu bangun pagi dengan bugar. Waktu yang masih ada bisa Anda gunakan untuk berolahraga, entah di rumah atau di gym dekat kantor.

3. Membereskan hal-hal kecil
Bereskan hal-hal kecil yang harus Anda lakukan lebih dulu untuk menyelesaikan tugas yang lebih besar pada hari itu. Misalnya, balas dulu email-email yang belum dibuka di inbox, supaya rongrongan email dari klien atau departemen lain di kantor tidak menyita perhatian Anda.

4. Meningkatkan produktivitas
Jika Anda mengawali hari lebih awal, Anda akan membuat hari terasa lebih panjang. Dengan demikian, Anda bisa melakukan lebih banyak dalam satu hari daripada biasanya. Jika pekerjaan Anda menumpuk untuk esok hari, tidurlah lebih awal, bangun lebih pagi, maka Anda bisa menyelesaikan tugas dengan lebih cepat.

5. Menggunakan waktu untuk berpikir
Pakar keuangan James Citrin pernah mengatakan, “Heningnya pagi seringkali terjadi ketika pikiran kita sedang jernih, dan memungkinkan untuk memecahkan persoalan penting.” Artikelnya, Tapping the Power of Your Morning Routine, akan memberikan wawasan pada Anda betapa berharganya waktu pagi. Dalam artikel tersebut Jim juga melaporkan bahwa 80 persen pejabat perusahaan yang diwawancaranya bangun pukul 05.30 atau lebih pagi.

6. Melakukan meditasi
Meditasi menyebabkan keseimbangan emosional dan kesejahteraan diri. Jika Anda mengawali hari dengan bermeditasi, Anda akan membawa keseimbangan dalam hidup Anda sepanjang hari, dan memperbaiki kualitas hidup Anda. Pagi menjadi waktu yang lebih baik untuk meditasi karena pikiran Anda masih segar, rileks, dan otak masih tajam.

7. Mengalahkan kemacetan
Warga Jakarta atau kota besar lain di Indonesia tentu tahu, jika Anda harus menempuh waktu puluhan kilometer menuju kantor setiap hari, Anda akan menghemat waktu jika berangkat ke kantor lebih awal. Dengan tiba di kantor lebih awal Anda bisa menggunakan waktu yang masih ada untuk melakukan hal-hal yang Anda sukai, entah itu membaca, olahraga, menelepon orangtua di kampung, merencanakan kegiatan dalam sehari, dan lain sebagainya. Daripada menggunakan waktu ini untuk mengarungi kemacetan, lebih baik memanfaatkannya untuk “me time” kecil-kecilan kan?

Pelantikan Pejabat Eselon Dinas Kesehatan Kota Batam

BATAM- Pelantikan pejabat eselon I, II, II dan IV dilaksanakan pada hari Jum’at (15/4) Bertempat di Aula Engku Hamidah kantor Wali Kota Batam. Wali Kota (Wako) Batam, Ahmad Dahlan melantik sebanyak 312 pejabat eselon II, III, IV dan Lurah di lingkungan Pemerintah Kota Batam. Setelah melantik dan mengambil sumpah, dalam sambutannya Wako kembali mengingatkan kepada para pejabat yang baru saja dilantik bahwa pemerintah akan terus memantau dan mengawasi kinerja para pejabat. Terutama para pejabat yang baru saja mendapatkan promosi. Dalam waktu enam bulan akan dilakukan evaluasi dan itu berpeluang untuk diganti atau dicopot dari jabatannya.

“Saudara-saudara dipilih setelah melalui pertimbangan-pertimbangan terhadap kemampuan serta kesanggupan dalam melaksanakan tugas. Teruslah mengaktualisasi diri dan tingkatan prestasi dalam melaksanakan tugas, dan evaluasi terhadap kinerja serta kemampuan akan terus dinilai,” jelasnya.

Wako juga kembali menekankan agar pegawai di lingkungan Pemko Batam terus meningkatkan disiplin pegawai. Karena hal ini merupakan salah satu komitmen dari kepemimpinan permerintahan Wako dalam periode ke dua ini.

Satu-satunya pejabat Eselon II yang dilantik yakni, Drs. Jefridin, M.Pd, Sekretaris Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) kota Batam yang menempati jabatan baru sebagai Kepala Dispenda Kota Batam. Pengangkatan tersebut berdasar Surat Keputusan Wali Kota Batam No : KPTS 67/BKD-PK/IV/2011.

Sementara dilevel eselon III beberapa pejabat yang dilantik antara lain, Drs. Samudin sebagai Sekretaris Dispenda Kota Batam menggantikan Jefridin. Ismit Ismail, S.IP yang jabatan sebelumnya adalah Sekretaris Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Batam kini menjabat sebagai Kepala Bagian Keuangan Sekretariat DPRD Kota Batam, Drs. Arifin Ibrahim yang selama ini menjabat sebagai Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Batam kini menjabat sebagai Sekretaris Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Batam, Kabid. Perencanaan Ekonomi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Batam Abd. Malik, Se sebagai Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Batam. Total jumlah pejabat eselon III yang dilantik adalah 14 pejabat. Dan pengangkatan tersebut berdasar Surat Keputusan Wali Kota Batam No : KPTS 67/BKD-PK/IV/2011.

Pada level eselon IV beberapa pejabat yang dilantik antara lain, Adrial, S.Km yang sebelumnya adalah Kasi. Evaluasi dan Pelaporan Dinas Pekerjaan Umum Kota Batam menjabat sebagai Kasubag Otonomi Daerah Bagian Tata Pemerintahan Setdako Batam. Kasi. Program, Data dan Publikasi Satuan Polisi Pamong Praja Kota Batam Dian Hari Susanto, S.Stp kini menjabat sebagai Kasubbag Dokumentasi Bagian Humas Setdako Batam. Yuhendra, Se kini menjabat sebagai Kasubbag Kelembagaan Bagian Organisasi Setdako Batam. Dengan total jumlah pejabat eselon IV yang dilantik adalah 138 pejabat. Dan pengangkatan tersebut berdasar Surat Keputusan Wali Kota Batam No : KPTS 69/BKD-PK/IV/2011.

Adapun pejabat eselon III dan IV untuk lingkungan Dinas Kesehatan yang dilantik ada 13 orang yang akan menempati posisi baik di bidang-bidang program dan seksi serta sebagai kepala Puskesmas dan tata usaha di beberapa Puskesmas.
Pada pelantikan tersebut juga dihadiri oleh Wakil Wali Kota Batam, Rudi Se, Sekretaris Daerah Kota Batam, Agussahiman, DPRD Kota Batam serta unsur forum koordinasi pimpinan daerah Kota Batam.

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Rumah Tangga

PHBS di Rumah Tangga adalah upaya untuk memberdayakan anggota rumah tangga agar tahu, mau dan mampu mempraktikkan perilaku hidup bersih dan sehat serta berperan aktif dalam gerakan kesehatan di masyarakat.

PHBS di Rumah Tangga dilakukan untuk mencapai Rumah Tangga ber PHBS yang melakukan 10 PHBS yaitu :

1. Persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan

2. Memberi ASI ekslusif

3. Menimbang balita setiap bulan

4. Menggunakan air bersih

5. Mencuci tangan dengan air bersih dan sabun

6. Menggunakan jamban sehat

7. Memberantas jentik dd rumah sekali seminggu

8. Makan buah dan sayur setiap hari

9. Melakukan aktivitas fisik setiap hari

10. Tidak merokok di dalam rumah

Pentingnya Penerapan Standar Pelayanan Minimal

Pada dasarnya SPM-Bidang Kesehatan di daerah Kabupaten/kota akan terlaksana apabila adanya kerjasama dari semua pihak yang berkaitan. Oleh karena itu sebelum disusun SPM disetiap wilayah, maka terlebih dahulu perlu diselenggarakan pertemuan untuk menyamakan persepsi terhadap pedoman SPM-BK, agar pada waktu pelaksanaannya dapat berjalan dengan lancar. Perlu pula segera disusun SPM-BK secara tertulis untuk setiap wilayah kota, yang di satu pihak mengacu pada SPM-BK yang dikeluarkan pusat, serta dipihak lain sesuai dengan situasi dan kondisi kesehatan wilayah kota masing-masing.

Selanjutnya perlu dikembangkan dasar teori yang lebih kuat tentang perlunya SPM-BK sehingga dapat dipatuhi oleh setiap penanggung jawab program kesehatan di daerah dalam rangka desentralisasi, disamping perlu dilakukan penelitian serupa yang lebih mendalam di berbagai propinsi serta kabupaten/kota lain sehingga didapatkan gambaran yang lebih riil tentang pelaksanaan SPM-BK.

Penggunaan KMS Baru

Masa balita terutama pada usia dua tahun pertama merupakan masa pertumbuhan dan perkembangan yang paling pesat dibandingkan dengan kelompok umur lainnya. Masa ini tidak terulang sehingga disebut window of opportunity untuk menciptakan anak sehat dan cerdas. Intervensi kesehatan dan gizi harus diberikan secara optimal pada periode ini untuk menjamin kelangsungan hidup dan tumbuh kembang anak.

Hal itu disampaikan Menkes dr. Endang Rahayu Sedyaningsih, MPH.Dr.PH pada saat mencanangkan penggunaan kartu menuju sehat (KMS) Balita perempuan dan laki-laki, di Jakarta, 28 Desember 2009. Acara dilaksanakan bertepatan dengan Hari Kesatuan Gerak PKK ke-37. Hadir dalam acara Menteri Dalam Negeri, Ketua Umum Penggerak PKK Ny. Vita Gamawan Fauzi, dan Ketua Tim Penggerak PKK seluruh Indonesia.

Menurut penelitian yang dilaksanakan di beberapa negara tahun 1997-2004, model pertumbuhan anak yang ideal adalah bayi yang mendapat ASI eksklusif selama 6 bulan dan pola pertumbuhan anak perempuan dan laki-laki berbeda nyata. Berdasarkan temuan tersebut, Departemen Kesehatan telah mengembangkan KMS baru menggunakan standar WHO tahun 2005 yang dibedakan untuk balita perempuan dan laki-laki, ujar Menkes.

Menurut Menkes, salah satu indikator gizi yang paling sensitif adalah kenaikan berat badan. Anak dengan gizi baik dan pertumbuhan normal apabila pertambahan umur dikuti dengan pertambahan berat badan sesuai standar.

Untuk mengetahui keadaan gizi dan mengenali apakah anak tumbuh normal telah dikembangkan KMS sebagai alat sederhana yang mudah digunakan di tingkat keluarga. Karena itu ibu/ayah balita segera meminta pertolongan kepada kader dan petugas kesehatan apabila berdasarkan KMS anak mempunyai masalah pertumbuhan, kata Menkes.

Menurut Menkes, visi Rencana Strategis Departemen Kesehatan Tahun 2010 -2014 adalah MASYARAKAT SEHAT YANG MANDIRI DAN BERKEADILAN. Untuk mewujudkan visi tersebut, salah satu strateginya adalah meningkatkan pemberdayaan masyarakat, swasta dan masyarakat madani dalam pembangunan kesehatan melalui kerjasama nasional dan global.

Terkait pemberdayaan masyarakat, Posyandu merupakan bentuk nyata kegiatan pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan yang selama ini digerakkan oleh PKK, sehingga prinsip penyelenggaraan Posyandu dari, oleh dan untuk masyarakat dapat tetap bertahan dan berlangsung hingga kini, lebih dari seperempat abad, imbuh Menkes.

Menkes menambahkan, peran dan kontribusi PKK dalam meningkatkan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) dan gizi sangat besar. Oleh karena itu, pada kesempatan yang baik ini, saya menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada seluruh anggota PKK yang selama ini telah bekerja giat, penuh semangat, dedikasi dan tanpa pamrih.

Pada kesempatan tersebut, Menkes meminta bantuan Ketua TP PKK Propinsi seluruh Indonesia untuk mensosialisasikan penggunaan KMS baru ini kepada para kader posyandu.

Untuk menyediakan KMS bagi sekitar 20 juta balita di Indonesia, diperlukan anggaran yang cukup besar, maka penggunaannya dapat dilaksanakan secara bertahap, dimulai pada bayi baru lahir. Pada saat ini telah tersedia 5 juta Buku KIA yang dilengkapi dengan KMS baru. Apabila memungkinkan, KMS baru dapat pula disediakan oleh pemerintah daerah, terutama untuk balita yang pada saat ini belum mempunyai KMS, ujar Menkes.

Menkes menegaskan, dalam lima tahun ke depan fokus pembangunan nasional bidang kesehatan diarahkan pada pencapaian sasaran Pembangunan Milenium (MDG’s) tahun 2015 yaitu menurunkan Angka Kematian Ibu dari 228 pada tahun 2007 menjadi 102 per 100.000 kelahiran hidup; Angka Kematian Bayi dari 34 pada tahun 2007 menjadi 23 per 1.000 kelahiran hidup, serta penurunan prevalensi Gizi Kurang pada Balita dari 18,4% pada tahun 2007 menjadi setinggi-tingginya 15%.

Selama ini pemerintah telah melakukan berbagai upaya antara lain berupa perbaikan sarana dan fasilitas kesehatan yang ditandai dengan meningkatnya jumlah rumah sakit dan puskesmas, ditempatkannya tenaga bidan di desa, tersedianya obat-obat esensial dan alat kesehatan, serta adanya mekanisme pembiayaan kesehatan melalui JAMKESMAS bagi masyarakat miskin. Namun pemanfaatan sarana dan fasilitas serta kualitas pelayanan kesehatan tersebut masih belum seperti yang diharapkan dan belum mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat, ujar Menkes.

Menkes menyadari bahwa untuk mencapai sasaran MDG’s tersebut, masih menghadapi tantangan yang cukup berat seperti adanya kesenjangan antar wilayah, tingkat sosial ekonomi dan pendidikan masyarakat serta kesenjangan antara perkotaan dan perdesaan.



×

Halaman ini disimpan untuk keperluan arsip.
Semua konten bersifat read-only dan tidak diupdate lagi