Dinas Kesehatan Kota Batam http://skpd.batamkota.go.id/kesehatan Jl. Raja Haji No. 7 Kelurahan Sei Harapan Kecamatan Sekupang Thu, 19 May 2016 00:22:01 +0000 id-ID hourly 1 https://wordpress.org/?v=4.4.2 Pelatihan Kader Filariasis http://skpd.batamkota.go.id/kesehatan/2015/10/26/pelatihan-kader-filariasis/ http://skpd.batamkota.go.id/kesehatan/2015/10/26/pelatihan-kader-filariasis/#respond Mon, 26 Oct 2015 01:11:40 +0000 http://skpd.batamkota.go.id/kesehatan/?p=1409 JENIS KEGIATAN : Pelatihan Kader Filariasis

LOKASI                    : Puskesmas Tiban Baru

WAKTU                    : Tgl. 03 September 2015, pukul 09.00-12.00 WIB

BERITA/URAIAN   :

Filariasis atau penyakit kaki gajah adalah pemyakit menular yang disebabkan oleh cacing Filaria yang ditularkan melalui berbagai jenis nyamuk. Penyakit ini bersifat menahun (kronis) dan bila tidak mendapatkan pengobatan dapat menimbulkan cacat menetap berupa pembesaran kaki, lengan, alat kelamin baik perempuan maupun laki-laki.

Untitled 1

 

Mengingat berbahayanya penyakit ini, maka pemerintah kota batam berkomitmen untuk menjadikan batam bebas filaria. Untuk itu, telah dilakukan upaya pencegahan filariasis melalui kader di seluruh wilayah kota Batam, seperti halnya yang telah dilakukan di wilayah puskesmas Tiban Baru.

Sumber dari : UPT Puskesmas Tiban Baru

]]>
http://skpd.batamkota.go.id/kesehatan/2015/10/26/pelatihan-kader-filariasis/feed/ 0
PROLANIS (Program Pengelolaan Penyakit Kronis) http://skpd.batamkota.go.id/kesehatan/2015/10/26/prolanis-program-pengelolaan-penyakit-kronis/ http://skpd.batamkota.go.id/kesehatan/2015/10/26/prolanis-program-pengelolaan-penyakit-kronis/#respond Mon, 26 Oct 2015 01:03:54 +0000 http://skpd.batamkota.go.id/kesehatan/?p=1405 Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) merupakan salah satu bentuk pelayanan kesehatan dengan pendekatan proaktif yang melibatkan peserta BPJS, fasilitas kesehatan, dan BPJS Kesehatan dalam rangka memelihara kesehatan peserta BPJS Kesehatan yang menderita penyakit kronis, sehingga dapat mencapai kualitas hidup yang optimal dengan biaya pelayanan kesehatan efektif dan efisien.

Program yang diselenggarakan dengan kerjasama Puskesmas, BPJS, serta masyarakat yang bertujuan untuk mendorong peserta penyandang penyakit kronis mencapai kualitas hidup optimal. Penyakit kronis yang dimaksud adalah diabetes melitus tipe dua (2) dan hipertensi.

Untitled

Diharapkan kegiatan pelayanan kesehatan melalui upaya Promotive dan Prenvetif dapat dilakukan berkesinambungan guna meningkatkan pengetahuan, pemahaman dan kesadaran masyarakat untuk mencegah penyakit-penyakit kronis.

Sumber dari : UPT Puskesmas Tiban Baru

]]>
http://skpd.batamkota.go.id/kesehatan/2015/10/26/prolanis-program-pengelolaan-penyakit-kronis/feed/ 0
UPT PUSKESMAS TIBAN BARU (Posyandu Balita) http://skpd.batamkota.go.id/kesehatan/2015/10/20/upt-puskesmas-tiban-baru-posyandu-balita/ http://skpd.batamkota.go.id/kesehatan/2015/10/20/upt-puskesmas-tiban-baru-posyandu-balita/#respond Tue, 20 Oct 2015 01:46:12 +0000 http://skpd.batamkota.go.id/kesehatan/?p=1399 JENIS KEGIATAN             : Posyandu Balita

LOKASI POSYANDU         : Tulip II Kelurahan Tiban Lama

WAKTU                                : Tgl. 02 September 2015, pukul 09.00-11.00 WIB

BERITA/URAIAN               :    

Kegiatan Posyandu balita merupakan upaya promotif dan preventif dalam rangka mengedukasi masyarakat hingga masyarakat mampu secara mandiri melakukan upaya pencegahan penyakit dan meningkatkan kesehatan balita di lingkungan masyarakat.  Kegiatan posyandu meliputi :

~ Pemantauan Pertumbuhan Balita

~ Deteksi Intervendi Dini Tumbuh Kembang Anak  (SD/DTK)

~ Imunisasi

~ Peningkatan Gizi Balita / Konseling Gizi

~ Pelayanaan Kesehatan Sederhana

Posyabdu

Pada tahun 2015 ini, jumlah Posyandu yang ada di wilayah kerja puskesmas Tiban Baru. Diharapkan peran serta masyarakan dan keaktifan kader terus meningkat guna mewujudkan masyarakat Batam yang mandiri dalam hidup bersih, sehat dan berkeadilan.

 

Sumber : UPT Tiban Baru

]]>
http://skpd.batamkota.go.id/kesehatan/2015/10/20/upt-puskesmas-tiban-baru-posyandu-balita/feed/ 0
PELATIHAN MANAJEMEN BBLR DAN ASFIKSIA TINGKAT KOTA BATAM TANGGAL, 07-10 APRIL 2015 http://skpd.batamkota.go.id/kesehatan/2015/10/19/1392/ http://skpd.batamkota.go.id/kesehatan/2015/10/19/1392/#respond Mon, 19 Oct 2015 01:41:05 +0000 http://skpd.batamkota.go.id/kesehatan/?p=1392 IMG20150407093833

 

Di Indonesia Angka Kematian Bayi (AKB) masih tinggi sekitar 56% kematian terjadi pada periode yang sangat dini yaitu dimasa neonatal . Sebagian besar kematian neonatal terjadi pada 0-6 hari (78,5%) dan prematuritas merupakan salah satu penyebab utama kematian. Target dari Millenium Developmen Goals (MDG’s) tahun 2015 adalah menurunkan Angka Kematian Bayi menjadi 23 per 1000 Kelahiran Hidup. Sedangkan hasil Survey Demografi dan Kesehatan Indonesia tahun 2012, AKB masih 32/1000 KH. Untuk mencapai penurunan AKB di atas, dalam Rencana Strategis Kementerian Kesehatan terdapat 4 strategi utama yaitu meningkatkan akses pelayanan kesehatan yg berkualitas, meningkatkan keterampilan petugas kesehatan, meningkatkan pemberdayaan masyarakat dan meningkatkan pembiayaan kesehatan masyarakat.

Peningkatan pengetahuan dan keterampilan petugas kesehatan merupakan upaya strategi dalam pencapaian penurunan angka kematian bayi, salah satunya dengan kegiatan pelatihan program neonatal pada tingkat desa sampai rumah sakit. Selama 3 (tiga) dari (tanggal 07-10 April 2015) Dinas Kesehatan Kota Batam telah melatih 15 orang tenaga kesehatan dalam manajemen BBLR dan ASFIKSIA .

Diharapkan ilmu yang telah diberikan oeh Narasumber dapat meninggkatkan kapasitas petugas dalam menurunkan Angka Kematian Bayi di Kota Batam .

Angka kejadian dan angka kematian Bayi Baru Lahir akibat komplikasi seperti Asfiksia, Infeksi, Hipotermi, Hiperbilirubinemia masih tinggi, di harapkan Bidan terutama Bidan di Desa sebagai ujung tombak pelayanan yang mungkin menjumpai kasus Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) sudah memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai sesuai dengan kompetensi dan fasilitas yang tersedia. Bidan dan perawat yang terampil dan kompeten dalam manajemen BBLR di harapkan dapat menangani kasus BBLR dengan baik dan benar serta dapat menyebarkan pengetahuannya kepada keluarga mengenai penanganan BBLR menggunakan cara yang mudah dan sederhana.

Terkait dengan hal tersebut, Kementrian Kesehatan RI dan Unit Kerja Kelompok Perinatologi Ikatan Dokter Anak Indonesia (UKK Perinatologi IDAI) bekerja dengan beberapa Dinas Kesehatan Propinsi telah menyelenggarakan pelatihan Manajemen BBLR bagi Bidan, Perawat, Dokter, serta dokter spesialis anak menurut tahapannya, telah menunjukan hasil yang menggembirakan karena dengan menggunakan langkah-langkah manajemen BBLR sebagaimana yang tercantum pada bahan bahan belajar pada pelatihan tersebut, para bidan dan perawat mampu dan berhasil menangani kasus BBLR. Pada akhirnya angka kematian neonatal akibat BBLR dapat dikurangi. Berdasarkan uraian di atas maka Dinas Kesehatan Kota Batam bermaksud menyelenggarakan Pelatihan Manajemen BBLR dan Asfiksia.

Menurut WHO, setiap tahunnya sekitar 3 % (3,6 juta) dari 120 juta bayi lahir mengalami asfiksia, hampir 1 juta bayi ini kemudian meninggal. Di Indonesia dari seluruh kematian balita, sebanyak 38 % meninggal pada masa Bayi baru Lahir (BBL) menurut IACMEG tahun 2005. Sebagian besar kematian neonatal terjadi pada 0-6 hari (78,5%) Dengan penyebab kematian terbesar adalah gangguan pernapasan/asfiksia 35,9%, prematuritas dan BBLR 32,4% dan sepsis 12%. Sedangkan penyebab kematian bayi di umur 7-28 hari adalah sepsis 20,5%, kelainan congenital 18,1%, pneumonia 15,4%, prematuritas dan BBLR 12,8% dan Respiratory Distress Syndrome (RDS) 12,8%.

Dikota Batam angka kematian bayi pada tahun 2013 yaitu 7,28 per 1000 kelahiran hidup, Sedangkan di tahun 2014 terjadi sedikit peningkatan yaitu 8,67 per 1000 KH. Penyebab kematian bayi ini paling tinggi disebabkan oleh asfiksia dan BBLR. Peningkatan pengetahuan dan keterampilan petugas kesehatan merupakan upaya strategi dalam pencapaian penurunan angka kematian bayi, salah satunya dengan kegiatan pelatihan program neonatal pada tingkat desa sampai rumah sakit.. Pengetahuan dan keterampilan Perawat, Bidan dan dokter tentang manajemen BBLR dan Asfiksia sangat penting dalam upaya melakukan tatalaksana yang tepat dalam memberikan Asuhan pada Neonatal umumnya dan kasus BBLR khususnya, maka Pelatihan Manajemen BBLR dan Asfiksia ini diselenggarakan.

Sumber Bidang Promkes Seksi Kesga

]]>
http://skpd.batamkota.go.id/kesehatan/2015/10/19/1392/feed/ 0
PELATIHAN MANAJEMEN TERPADU BALITA SAKIT (MTBS) KOTA BATAM TAHUN 2015 Tanggal 9 s/d 15 Maret 2015 http://skpd.batamkota.go.id/kesehatan/2015/10/16/pelatihan-manajemen-terpadu-balita-sakit-mtbs-kota-batam-tahun-2015-tanggal-9-sd-15-maret-2015/ http://skpd.batamkota.go.id/kesehatan/2015/10/16/pelatihan-manajemen-terpadu-balita-sakit-mtbs-kota-batam-tahun-2015-tanggal-9-sd-15-maret-2015/#respond Fri, 16 Oct 2015 05:59:04 +0000 http://skpd.batamkota.go.id/kesehatan/?p=1389 IMG20150309085557

Salah satu metode yang dikembangkan di dunia untuk perawatan anak yaitu integrated Management of Childhood Illness (IMCI) atau di Indonesia dikenal dengan MTBS. MTBS adalah program intervensi dalam penanganan anak terutama balita yang menggunakan suatu algoritme, sehingga dapat mengklasifikasikan penyakit yang dialami oleh balita, melakukan rujukan secara cepat apabila diperlukan, melakukan penilaian status gizi dan memberikan imunisasi kepada balita yang membutuhkan.
Program MTBS merupakan suatu pendekatan balita sakit yang dilakukan secara terpadu dengan memadukan program promosi, pencegahan dan pengobatan terhadap 5 penyakit utama penyebab kematian bayi dan balita pada Negara berkembang yaitu pneumonia, diare, campak, malaria serta malnutrisi.
Hingga akhir tahun 2009, penerapan MTBS telah mencakup 33 provinsi, namun belum seluruh puskesmas mampu menerapkannya karena berbagai sebab seperti belum adanya tenaga kesehatan di puskesmas yang sudah terlatih MTBS, sudah ada tenaga kesehatan terlatih tetapi sarana dan prasarana belum siap serta belum adanya komitmen dari pimpinan puskesmas dan penyebab lainnya.
Puskesmas dikatakan sudah menerapkan MTBS apabila memenuhi criteria seperti sudah melaksanakan (melakukan pendekatan memakai MTBS) pada minimal 60 % dari jumlah kunjungan balita sakit di puskesmas tersebut. Untuk dinas kesehatan kota Batam sudah mengadakan pelatihan MTBS ini beberapa kali namun belum semua puskesmas bisa dilatih dan petugas yang sudah dilatih kadang dipindah tugaskan ke tempat yang baru sehingga program MTBS tidak dilaksanakan secara optimal.
Pada tahun 2015 ini tenaga kesehatan yang telah dilatih sebanyak 15 orang yang terdiri dari 5 orang, bidan/perawat 10 orang. Dengan demikian jumlah tenaga yang telah dilatih 15 orang.
NARASUMBER
Adapun Narasumber pertemuan terdiri dari :
a. Dokter Spesialis Anak dari RSUD Embung Fatimah 1 orang
b. Dinas Kesehatan Kota Batam berjumlah 2 orang
c. Clinical Instruktur lokal berjumlah 3 orang

Sumber : Bidang Seksi Kesga

]]>
http://skpd.batamkota.go.id/kesehatan/2015/10/16/pelatihan-manajemen-terpadu-balita-sakit-mtbs-kota-batam-tahun-2015-tanggal-9-sd-15-maret-2015/feed/ 0
RAPAT KERJA KESEHATAN DAERAH KOTA BATAM (RAKERKESDA) 2015 http://skpd.batamkota.go.id/kesehatan/2015/09/04/rapat-kerja-kesehatan-daerah-kota-batam-rakerkesda-2015/ http://skpd.batamkota.go.id/kesehatan/2015/09/04/rapat-kerja-kesehatan-daerah-kota-batam-rakerkesda-2015/#respond Fri, 04 Sep 2015 07:21:24 +0000 http://skpd.batamkota.go.id/kesehatan/?p=1378 pak Suryo

Kata sambutan dari Pak Wakil Walikota Batam H. Rudi, SE, MM

Untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan, diperlukan perencanaan yang efisien dan efektif dan mampu mengakomodir  kebutuhan kesehatan masyarakat maupun provider pelayanan kesehatan itu sendri. Untuk itu Pemerintah Kota Batam melalui Dinas Kesehatan Kota Batam telah melakukan kegiatan Rakerkesda (Rapat Kerja Kesehatan Daerah) Kota Batam tahun 2015. Dengan hasil dan tindak lanjut sebagai tentang dalam kesimpulan akhir Rapat Kerja sebagai berikut :

kadis Untitled

Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam Bapak Drg. H. Chandra Rizal. M.Si membuka kata sambutan pada Rakerkesda Tahun 2015 dan pembacaan doa oleh Bapak Irnal Syafei, S.KM

RANGKUMAN

RAPAT KERJA KESEHATAN DAERAH KOTA BATAM

(RAKERKESDA)

2015

Rapat Kerja Kesehatan Daerah (Rakerkesda) kota Batam di laksanakan di kantor Walikota Batam pada  16  –17 April 2015 yang bertujuan  untuk meningkatkan koordinasi dan sinergi antara pelayanan kesehatan pemerintah seperti Puskesmas,RSUD  dan sarana pelayanan kesehatan  swasta  dalam upaya mempercepat pelaksanaan  pembangunan kesehatan di kota Batam.

 

Berdasarkan arahan Wakil Walikota Batam, paparan narasumber dari Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau, Biro Perencanaan dan Pusat Pembiayaan Kesehatan  Kementerian Kesehatan R.I, Bappeda kota Batam dan Kepala BPJS regional Sumatera Bagian Tengah,serta hasil diskusi kelompok  dan sidang pleno, maka peserta Rakerkesda kota Batam yang terdiri dari para pejabat Eselon II, Eselon III dan Eselon IV di Dinas Kesehatan dan RSUD Embung Fatimah kota Batam  serta Kepala UPT di lingkungan Dinas Kesehatan kota Batam, Kepala Instansi Vertikal kementerian Kesehatan  di kota Batam, Direktur RS dan Pengelola Klinik dan Rumah Bersalin di kota Batam serta Kepala BPJS kota Batam, menyepakati langkah-langkah implementasi dan tindak lanjut sebagai berikut :

 

3

Narasumber dari P2JK Bapak Drg. Armansyah, MPPM dan dari Bapekko Bapak Aidil Sahalo, M.Sc. Eng    Morderator dari Dinas Kesehatan Bapak Erigana, S.KM, M.Kes

1.Penguatan pelayanan kesehatan diarahkan untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang komprehensif dan bermutu, melalui:

  1. Dalam Kegiatan Sosialisasi kepesertaan perlu diikuti dengan sosialisasi tentang standar operasional prosedur dan sistem rujukan agar pemahaman dalam pemanfaatan sarana pelayanan kesehatan serta perbedaan persepsi tentang rujukan penyakit, batas waktu rujukan  dapat dipahami oleh masyarakat/peserta BPJS.
  2. Meningkatkan informasi kemasyarakat tentang FKTP yang bekerjasama dengan BPJS baik pemerintah maupun swasta.
  3. Klinik yang mengajukan permintaan vaksin,Vit.A, Buku KIA obat TB dan Vit.K harus disertai dengan surat permintaan dan laporan penggunaan sarana tersebut.
  4. Bila ditemukan/ adanya kasus HIV/AIDS agar diinformasikan ke sarana kesehatan lain khususnya terkait rujukan sesuai dengan peraturan yang berlaku.
  5. Pasien Jamkesmas (BPJS) luar kota serta orang terlantar harus mendapat rekomendasi dari Dinas Sosial.

 

  1. Peningkatan kwalitas pelayanan kesehatan melalui sistem pembiayaan / pendanaan yang efisien dan efektif.
  1. Bahwa untuk mendukung peningkatkan kwalitas pelayanan, diharapkan BPJS dapat meningkatkan dana kapitasi yang disesuaikan menurut kelasnya.
  2. Menyikapi masih adanya permasalahan terkait kekurangan obat / obat yang kosong pada e’katalog  maka diharapkan BPJS dan Kementerian Kesehatan R.I  meninjau ulang FORNAS dan menambah variasi obat generik maupun non generik. Serta peninjauan ulang MoU dengan PBF yang menyediakan obat FORNAS.
  3. Adanya permasalahan seperti kasus INA CBG’s belum mencukupi/belum standar dan pada kasus tertentu EX:ICU atau operasi bedah syaraf serta kasus penyakit yang komplkasi yang membutuhkan waktu perawatan yang lama dan tidak sesuai dengan klaim RS, serta pembayaran klaim yang tidak tepat waktu maka diharapkan BPJS dapat meningkatkan kwalitas pelayanan terkait pembiayaan  seperti perbaikan tarif dengan memperhatikan rekomendasi tarif dari RS , KOLEGIUM PROFESI, ASOSIASI KLINIK , dll. Serta peninjauan kembali komitmen tanggal pembayaran.

 

4

Para Peserta yang mengikuti acara Rakerskesda

 

  1. Peningkatan Manajemen pelaksanaan Jaminan Kesehatan Nasional.

Menyikapi permasalahan seperti; perbedaan persepsi tantang pengkodingan diagnosa yang belum selaras antara RS/Koder dengan verivikator        BPJS ; Kurangnya penjelasan verivikator BPJS  kepada pihak RS atas klaim yang ditolak; standar yang belum jelas serta verikator yang tidak selalu      berada di tempat, maka melalui rakerkesda kota Batam diusulkan:   a. Meminta agar BPJS dan Kemenkes RI dapat memberikan pelatihan kepada verivikator BPJS mengenai sistem pengkodingan diagnosa.

b. Mengusulkan kepada BPJS dan Kemenkes R.I agar kwalifikasi tenaga verivikator mempunyai pendidikan berlatar belakang kesehatan.

c. Meminta agar BPJS kota Batam membuat jadwal keberadaan verivikator (minimal seminggu sekali).

d. Mengusulkan kepada kementerian kesehatan, BPJS dan organisasi profesi dalam menetapkan standar pelayanan pada kasus tidak semata dari resume medis saja melainkan juga secara patofosiolis.

                                                                                                 Batam, 17 April 2015

               Mengetahui,                                                                   Ketua Panitia,

   KA.DINAS KESEHATAN

            KOTA BATAM

 

   Drg.H.CHANDRA  RIZAL.M.Si                                                  Drg.SRI RUPIATI

Sumber : Bidang Program Seksi Perencanaan Progam

 

 

]]>
http://skpd.batamkota.go.id/kesehatan/2015/09/04/rapat-kerja-kesehatan-daerah-kota-batam-rakerkesda-2015/feed/ 0
PENINGKATAN PEMBANGUNAN SARANA PELAYANAN KESEHATAN DAN POSYANDU DINAS KESEHATAN KOTA BATAM TAHUN ANGGARAN 2014 http://skpd.batamkota.go.id/kesehatan/2015/02/16/peningkatan-pembangunan-sarana-pelayanan-kesehatan-dan-posyandu-dinas-kesehatan-kota-batam-tahun-anggaran-2014/ http://skpd.batamkota.go.id/kesehatan/2015/02/16/peningkatan-pembangunan-sarana-pelayanan-kesehatan-dan-posyandu-dinas-kesehatan-kota-batam-tahun-anggaran-2014/#respond Mon, 16 Feb 2015 08:18:39 +0000 http://skpd.batamkota.go.id/kesehatan/?p=1322 Seiring dengan laju pertumbuhan penduduk Kota Batam pada tahun 2014 yang berjumlah 1.140.480 jiwa. Menjadi tantangan bagi Pemerintahan Kota Batam khususnya Dinas Kesehatan Kota Batam untuk menyediakan sarana pelayanan kesehatan yang memadai bagi masyarakat kota Batam. Untuk itu Pemerintah Kota Batam telah menyiapkan anggaran lebih kurang 6 milyar bersumber dari APBD untuk kegiatan pembagunan, rehabilitasi Posyandu dan Puskesmas Pembantu guna menjawab kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan.

Selama tahun 2014 pemerintah Kota Batam telah membangun 26 Unit Posyandu yang tersebar baik di wilayah  mainland dan hinterland. Selain itu telah dilaksanakan juga pembangunan Puskesmas Pembantu sebanyak 2 unit, pembangunan Poskesdes sebanyak 3 unit , rehabilitasi bangunan Puskesmas Pembantu, Polindes dan Rumah Dinas sebanyak 8 unit.

Dengan bertambahnya sarana pelayanan kesehatan tersebut diharapkan kualitas pelayanan kesehatan dapat lebih baik dan tentunya juga harus didukung peran serta dan partsipasi seluruh elemen masyarakat demi terwujudnya masyarakat batam yang mandiri dalam hidup bersih, sehat dan berkeadilan.

Untitled 1 Untitled 2 Untitled 3 Untitled 4 Untitled 5 Untitled 6 Untitled 7 Untitled 8 Untitled 9 Untitled

]]>
http://skpd.batamkota.go.id/kesehatan/2015/02/16/peningkatan-pembangunan-sarana-pelayanan-kesehatan-dan-posyandu-dinas-kesehatan-kota-batam-tahun-anggaran-2014/feed/ 0
Program CSR Bank Indonesia untuk Pustu, Polindes dan Posyandu http://skpd.batamkota.go.id/kesehatan/2015/01/08/program-csr-bank-indonesia-untuk-pustu-polindes-dan-posyandu/ http://skpd.batamkota.go.id/kesehatan/2015/01/08/program-csr-bank-indonesia-untuk-pustu-polindes-dan-posyandu/#respond Thu, 08 Jan 2015 03:29:00 +0000 http://skpd.batamkota.go.id/kesehatan/?p=1240 IMG_0041111Dalam mendukung Pemerintah meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Kota Batam, melalui Program Corporate Social Responsibility (CSR) Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau yang ada di Batam menyerahkan Bantuan Sosial Kepada Posyandu, Puskesmas Pembantu dan Polindes se Kota Batam pada tanggal 31 Desember 2014 bertempat di Aula Dinas Kesehatan Kota Batam Jl. Raja Haji No. 7 Sekupang Batam.

Total bantuan sosial yang diserahkan senilai Rp. 161.060.000. Bantuan sosial yang diberikan berupa:

  1. Untuk Pustu dan Polindes

–   Meja Kerja ukuran setengah Biro

–   Kursi Pasien

–   Kursi Tunggu Pasien

  1. Untuk Posyandu

–     Meja kerja ukuran setengah biro

–    Kursi

IMG_0078

Bantuan tersebut secara simbolis diterima langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam   drg. Chandra Rizal, M. Si dan disaksikan oleh Pejabat Dinas Kesehatan Kota Batam beserta Seluruh Kepala UPT Puskesmas se Kota Batam.

IMG_0075

Adapun rincian Alokasi Posyandu penerima bantuan sosial tersebut sebagai berikut:

No Kecamatan Keluarahan Nama Posyandu Alamat
1 Sei. Beduk Mangsang

Mangsang

Tg. Piayu

Tg. Piayu

Mawar II

Anyelir

Dahlia VIII

Dahlia V

Perum Pondok Graha

Perum puri Agung II

Perum Buana Garden

Sei. Daun

2 Lubuk Baja Tg. Uma Anggrek X Tg. Uma
3 Batam Kota Baloi Permai

Belian

Belian

RW IX Perum Bida Asri I

Perum Taman Raya Thp II

Perum Bukit Palm Permai

RW IX Perum Bida Asri I

Perum Taman Raya Thp II

Perum Bkt Palm Permai

4 Sagulung Sei. Langkai

Tembesi

Perjuangan

Villa Mandiri

Kav. Baru Nato

Perum Villa Mk. Kuning

5 Sekupang Sei. Harapan

Tiban Indah

Tiban Indah

Tg. Riau

Kamboja V

Tiban Housing

Graha Permata Indah

Tg. Riau

Perum Kartini Raya

Tiban Housing

Graha Permata Indah

Tg. Riau

6 Batu Aji Tg. Uncang

Tg. Uncang

Tg. Uncang

Buliang

Permata Hati

Cempaka

Bunga Matahari

Rosella

Perum Marina View

Kampung Cunting

Citra Indomas

PerumHarapan Putra

7 Nongsa Batu Besar Nusa Indah III Kampung Jabi

 

8 Belakang Padang Sekanak Raya

Tg. Sari

Sakura III

Mangrove

Pulau Mecan

Tg. Sari

9 Bulang Bulang Lintang

Setokok

Melati II

Teratai

Bulang Kebam

Pulau Akar

10 Galang Sijantung

Rempang Cate

Permata Hati III

Melati II

Dapur III

Tg. Kertang

 

]]>
http://skpd.batamkota.go.id/kesehatan/2015/01/08/program-csr-bank-indonesia-untuk-pustu-polindes-dan-posyandu/feed/ 0
PERTEMUAN ADVOKASI RANPERDA KAWASAN TANPA ROKOK KEPADA LINTAS PROGRAM DAN LINTAS SEKTOR TANGGAL 2 OKTOBER 2014 http://skpd.batamkota.go.id/kesehatan/2014/12/15/pertemuan-advokasi-ranperda-kawasan-tanpa-rokok-kepada-lintas-program-dan-lintas-sektor-tanggal-2-oktober-2014/ http://skpd.batamkota.go.id/kesehatan/2014/12/15/pertemuan-advokasi-ranperda-kawasan-tanpa-rokok-kepada-lintas-program-dan-lintas-sektor-tanggal-2-oktober-2014/#respond Mon, 15 Dec 2014 05:15:50 +0000 http://skpd.batamkota.go.id/kesehatan/?p=1216 LATAR BELAKANG

Statistik Perokok dari kalangan anak-anak dan remaja di Indonesia tahun 2012

  • Pria = 24.1% anak/remaja pria
  • Wanita = 4.0% anak/remaja wanita
  • Atau 13.5% anak/remaja Indonesia
  • Sumber : Kemenkes RI

Statistik Perokok dari kalangan dewasa :

  • Pria = 63% pria dewasa
  • Wanita = 4.5% wanita dewasa
  • Atau 34% perkok dewasa
  • Sumber : Kemenkes RI

Data Perokok Remaja di Kota Batam Tahun 2013

  • PEREMPUAN = 0,031%
  • LAKI-LAKI = 0,0031%
  • Sumber : Lap PKPL 2012

Untitled 4

Merokok adalah pilihan bagi setiap orang. Namun, meskipun sebuah pilihan, ada konsekuensi lain yang harus dilakukan, yakni menghormati orang lain agar tidak terkena dampak (asap rokok). Dalam hal ini, negara selaku pemilik otoritas kebijakan dan hukum, wajib memberikan perlindungan dan pemenuhan hak atas kesehatan dan lingkungan yang sehat, kepada tiap warga negara, termasuk bebas dari asap rokok ini. Untuk itu kebijakan seperti Kawasan Tanpa Rokok dilakukan.(Komnas HAM, 2012)

Untitled 1

Kawasan Tanpa Rokok (KTR) adalah ruangan atau area yang dinyatakan dilarang unuk kegiatan     merokok atau kegiatan memproduksi, menjual, mengiklankan, dan/atau mempromosikan produk tembakau. Tanggung jawab seluruh komponen bangsa, baik individu, masyarakat, DPRD maupun pemerintah/pemerintah daerah untuk melindungi generasi sekarang maupun generasi yang akan datang dari bahaya asap rokok mengandung zat kimia berbahaya untuk kesehatan. Rokok adalah produk berharga dan adiktif yang mengandung 4000  zat kimia, 69 diantaranya  adalah karsinogenik (pencetus kanker).

Untitled 5

 

 

 

 

 

Tujuan

Untuk  mensosialisasikan KTR kepada Lintas Program dan Lintas Sektor sehingga setelah Ranperda ini ditetapkan menjadi Perda, tidak terjadi permasalahan di masyarakat

Materi:

1. Kebijakan KTR

2. Dampak rokok terhadap kesehatan

3. Urgensinya KTR di kota Batam

SASARAN : Lintas Program dan Lintas Sektor terkait sebanyak 100 org

Untitled 6

 

 

 

 

Narasumber:

  1. Pusat
  2. Lokal

Metode:

a)      Ceramah Tanya Jawab

b)      Diskusi

c)      Curah Pendapat

Organisasi/Panitia

Pembina          : Drg Chandra Rizal, MSi

Ketua              : dr.Ciska  Irma M.Kes

Sekretaris        : Sujito , SKM

Anggota          : Sarifah Faradila, AM d.Keb

Marselina ER

Juni Astuti

Lokasi dan Jadwal Pelaksanaan

   Pemko Batam ruang pertemuan Hang Nadim lantai IV

Waktu pelaksanaan : 2 Oktober 2014

Pembiayaan               : Dana APBDP tahun 2014

NOTULEN :

Pimpinan Sidang

Ketua                          : dr.Ciska  Irma M.Kes

Sekretaris                   : Sujito , SKM

Pencatat                     : Indriani ningsih AMd.Keb.

Kata Pembuka           : Firmansyah, S.Sos, M. Si

Pembahasan             :

Urgensi Kebijakan Kawasan Tanpa Rokok yang disampaikan oleh DR.Rohani Budi Prihatin

Dilanjutkan diskusi dan tanya jawab ;

  • Pemerintah Pusat (Kemenkes) tidak hanya meminta Daerah membuat Ranperda KTR, namun memberikan Dana Bagi Hasil dan Pajak Rokok Daerah sebesar 10 %. Pada tahun 2013 sebesar 105 triliyun yang dimanfaatkan untuk Membuat Regulasi, Menegakkan Regulasi.
  • Kawasan Tanpa Rokok meliputi :
  • Fasilitas Kesehatan
  • Tempat Proses Belajar
  • Tempat Bermain Anak
  • Tempat Ibadah
  • Tempat Kerja
  • Tempat Umum
  • Angkutan Umum

Dampak Bahaya Rokok yang disampaikan oleh dr Antonius Sianturi, SpP

Jam 11.45 wib acara dilanjutkan dengan presentasi dari dr Antonius Sianturi, SpP dengan mater Dampak Bahaya Rokok dan dilanjutka dengan diskusi.

Acara diakhiri dengan makan siang bersama dan ditutup oleh dr. Ciska Irma T, M.Kes , Kepala Bidang Kesga & Promkes.

Sumber dari bidang P2PL Seksi PTM dan Survei Lanch

 

 

 

 

]]>
http://skpd.batamkota.go.id/kesehatan/2014/12/15/pertemuan-advokasi-ranperda-kawasan-tanpa-rokok-kepada-lintas-program-dan-lintas-sektor-tanggal-2-oktober-2014/feed/ 0
STIMULASI DETEKSI DAN INTERVENSI TUMBUH KEMBANG (SDIDTK) http://skpd.batamkota.go.id/kesehatan/2014/11/04/stimulasi-deteksi-dan-intervensi-tumbuh-kembang-sdidtk/ http://skpd.batamkota.go.id/kesehatan/2014/11/04/stimulasi-deteksi-dan-intervensi-tumbuh-kembang-sdidtk/#respond Tue, 04 Nov 2014 05:35:36 +0000 http://skpd.batamkota.go.id/kesehatan/?p=1196 8 Untitled 8

 

Pada tanggal   …..  ,tenaga medis dan paramedis, khususnya pengelola program anak UPT. Puskesmas Sekupang mengadakan kegiatan SDIDTK dibeberapa posyandu setiap bulan. Kegiatan ini dilakukan karena merupakan program pemerintah yang harus dilakukan di setiap Puskesmas.

Adapun tujuan dilakukan kegiatan Stimulasi Deteksi dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang (SDIDTK) yang sasarannya adalah Bayi dan Balita untuk mengetahui apakah pertumbuhan dan perkembangannya sesuai dengan umur atau tidak. Stimulasi yang dilakukn menggunakan KPSP (Kuisioner Pra Skrining Perkembangan).Pada kegiatan ini juga dilakukan penimbangan BB, pengukuran TB dan lingkar kepala.

Kegiatan SDIDTK ini dilakukan oleh Rini Wirdaningsih, selaku pemegang program anak di UPT.Puskesmas Sekupang dibantu oleh kader-kader posyandu. Dengan adanya kegiatan ini maka dapat ditemukan anak-anak yang bermasalah dengan tumbuh kembang dengan solusinya akan di rujuk ke RSUD atau RSBP.

Sumber Data : Puskesmas Sekupang

]]>
http://skpd.batamkota.go.id/kesehatan/2014/11/04/stimulasi-deteksi-dan-intervensi-tumbuh-kembang-sdidtk/feed/ 0