Presiden Jelaskan Falsafah Biaya Pendidikan


Jakarta — Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan, falsafah biaya pendidikan yang harus diterapkan adalah membebaskan mereka yang tidak mampu. “Adapun mereka yang memiliki kemampuan ekonomi, harus bisa berkontribusi agar pendidikan bisa terus tumbuh dan berkembang dengan baik,” ujarnya dalam jumpa pers seusai rapat kabinet terbatas bidang pendidikan di kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, pada 31 Juli lalu.

Presiden menjelaskan hal tersebut untuk menjawab pertanyaan wartawan tentang tingginya biaya pendidikan. Presiden menjelaskan, pemerintah juga terus berupaya mewujudkan pendidikan yang mudah diakses dan terjangkau bagi masyarakat. Namun upaya tersebut tetap harus memerhatikan kemampuan anggaran negara. “Seperti wajib belajar sembilan tahun, banyak komponen yang ditanggung negara. Ketika ingin ditingkatkan lagi, harus dilihat kemampuan anggaran,” ucapnya.

Saat ini anggaran pendidikan menjadi yang tertinggi dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2012, yaitu mencapai 20 persen. “Dari 20 persen tersebut, sebesar 35 persen untuk pusat, sisanya 65 persen ke daerah. Dan, 35 persen untuk pusat itu dibagi lagi untuk Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Agama, dan kementerian lain,” tutur Presiden.

Presiden SBY juga menanggapi positif rencana Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhammad Nuh untuk menjalankan program Pendidikan Menengah Universal (PMU). “Dengan catatan, wajib belajar sembilan tahun telah terlaksana dengan baik.” Karena itu dia berharap, kehadiran para menteri serta gubernur-gubernur dalam rapat terbatas kabinet di bidang pendidikan ini bisa dijadikan peluang untuk bersinergi dalam menjalankan aksi dan program pendidikan, serta menemukan solusi atas masalah dan hambatan yang ada. (DM)

sumber : http://www.kemdiknas.go.id

INFO UJIAN PAKET A, B, C Periode 1 (Juni 2012)

Akhirnya pada 12 juni 2012 Badan Standar Nasional Pendidikan menerbitkan Prosedur Operasi Standar Ujian Nasional Pendidikan Kesetaraan (POS UNPK) sebagai implementasi dari Permendikbud Nomor 35 tahun 2012 tentang Ujian Nasional Pendidikan Kesetaraan (UNPK). Berdasarkan POS UNPK tersebut ujian nasional Program Paket C periode pertama diselenggarakan pada tanggal 9-12 Juli 2012, ujian nasional Program Paket C Kejuruan 9-10 Juli 2012, ujian nasional Program Paket B dan Paket A tanggal 16-18 Juli 2012. Jadwal ujian nasional periode kedua dilaksanakan pada bulan Oktober 2012.

Kelulusan peserta UNPK dari satuan pendidikan Program Paket A, Program Paket B Program Paket C, dan Program Paket C Kejuruan ditetapkan oleh rapat dewan tutor dan pamong pada Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Pembina dengan mempertimbangkan nilai akhir (NA) dan akhlak mulia. Nilai rata-rata laporan hasil belajar (NRLHB) pada satuan pendidikan Program Paket A, Program Paket B, Program Paket C, dan Program Paket C Kejuruan diperoleh dari mata pelajaran yang diujinasionalkan. NRLHB dikeluarkan oleh satuan pendidikan Program Paket A, Program Paket B, Program Paket C, dan Program Paket C Kejuruan yang sudah dicap dan ditandatangani oleh pimpinan satuan pendidikan tersebut serta disahkan oleh Kepala dinas Pendidikan Kabupaten/Kota.Image

Pengumuman hasil ujian nasional Program Paket C dan Paket C Kejuruan paling lambat 4 Agustus 2012, sedangkan ujian nasional Program Paket A dan Program Paket B diumumkan paling lambat tanggal 11 Agustus 2012.

UNTUK INFO PESERTA KOTA BATAM LIHAT DISINI

Berikut ini dapat diunduh POS UNPK Tahun 2012 dan Kisi-Kisi UNPK.

By: Pram